Memudarnya PERMAINAN TRADISIONAL AKIBAT
PERKEMBANGAN it : games online

Tri Satria (4915122548)
Di ajukan Sebagai Tugas Individu dan Kelompok
Mata Kuliah Teori Sosial Budaya
Drs. Budiaman, M.Si
PENDIDIKAN IPS A 2012
FAKULTAS
ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS
NEGERI JAKARTA
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala karunia serta
limpahan rahmatnnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan observasi ini
dengan tepat waktu dalam bentuk maupun isinnya yang sederhana.
Kami menyadari bahwa
makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami masih membutuhkan
kritik serta saran dari
bapak Drs. Budiaman selaku dosen
serta semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
Akhir kata kami sebagai
penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam
penyusunan makalah individu, serta
referensi dari buku-buku perpustakaan dari awal
hingga akhir penulisan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagai acuan, pedoman maupun
petunjuk bagi pembaca. Semoga Allah swt selalu senantiasa meridhoi segala usaha
dan kerja keras kita. Amin
Jakarta, 25 Desember 2013
Penulis
DAFTAR ISI
Kata
Pengantar.......................................................................................................i
Daftar
Isi.................................................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN............................................................................1
BAB II PEMBAHASAN..............................................................................3
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN......................................................11
DAFTAR
PUSTAKA...........................................................................................12
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang Penulisan
Permainan rakyat atau
olahraga tradisional sebagai aset budaya bangsa perlu dilestarikan, digali dan
ditumbuh kembangkan, karena selain merupakan permainan tradisional suatu tempat
atau daerah-daerah diindonesia, permainan tradisional dapat mengisi waktu luang
serta sangat bermanfaat bagi pelaku olahraga itu sendiri karena dapat
meningkatnkan kualitas jasmani dan kesehatan bagi pelakunya.
Berbagai
jenis olharaga tradisional banyak kita miliki yang merupakan keanekaragaman
budaya bangsa dan berasal dari berbagai derah yang ada di indonesia. Hal ini
memerlukan pengelolaan da pembinaaan yang serius dan terus menerus supaya
disamping menjadi olahraga juga dapat dikembangkan menjadi objek pariwisata
daerah tersebut dan dapat meningkatkan devisa negara dan mengangkat nama bangsa
di dunia.
Di
era global saat ini, memudarnya permainan atau olahraga tradisional tidak
menjadi hal yang baru lagi. Masuknya kecanggihan teknologi membawa masyarakat
tradisional bangsa indonesia, menjadi lebih praktis. Kini masyrakat mengaggap
permainan atau olahraga tradisional, dapat digantikan dengan game online dan fitnes center.Pergantian
permainan tradisional akibal globalisasi dikarenakan kurangnya kesadaran
masyarakat indonesia terhadap pentingnya melestarikan permainan lokal atau
olahraga tradisional dalam kehidupan sehari-hari.
Agar
keanekaragaman ini tetap menjadi Bhineka Tunggal Ika, maka perlu adanya kordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah
pusat dan daerah-daerah pemilik olahraga tradisinal tersebut, serta pemerintah
sebagai penyelanggara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pemerintah
pusat didalamnya juga harus bertindak memfasilitasi kegiatan lomba permainan
atau olahraga tradisional dan melakukan standarisasi teknik permainan atau
olahraga tradisional yang berkembang dimasyrakat, agar kedepannya
permainan tradisional dapat berkembang
hingga tingkat nasional maupun internasional dalam ajang kompetisi didalamnya.
Permainan tradisional diharapkan mampu bersaing tanpa harus kehilangan perannya
di masyarakat terlebih dengan masuknya
arus globalisasi dan perkembangan kemajuan teknologi, permainan tradisional
digantikan oleh game online atau fitness
center dan berbau kemajuan teknologi seharusnya tanpa harus menghilangkan
permainan tradisional pemerintah dapat menggabungkan kemajuan teknologi dengan
permainan lokal, seperti membuat permainan tradisional didalam handphone atau gadget atau mengadakan
kompetisi permainan tradisional se-tingkat nasional dapat kita lakukukan
sehingga tidak ada yang kehilangan perannya di masyrakat melainkan nanti
permainan tradisional dan perkembangan kemajuan teknologi dapat berjalan
beriringan membangun semangat sportifitas dalam masyarakat.
1.2
Rumusan Masalah Penulisan
Dari pendahuluan diatas dapat kita rumuskan
sebuah masalah dalam penulisan makalh ini seperti,
1) Apa sajakah jenis permainan tradisional yang ada
di indonesia ?
2) Dari Manakah Permainan Tradisional tersebut sudah
ada ?
3) Siapa yang memainkan permainan tradisional
tersebut ?
4) Mengapa permainan tradisional tersebut semakin
memudar didalam masyrakat ?
5) Dimanakah peran pemerintah dan masyrakat dalam
melastarikan permainan tradisional di era global?
1.3
Tujuan Penulisan
Dalam
rumusan masalah, maka dapat kita simpulkan tujuan penulisan makalah ini untuk
mengetahui seberapa tahukah kita mengenai permainan tradisional yang biasnya
berbentuk olahraga dalam masyarakat, permainan tradisional dimasa dahulu dan
sekarang, mengapa permaian tradisional sekarang kurang banyak diminati, karena
perkembangan kemajuan teknologi saat ini sehingga kita lebih menyukai permainan
modern, seperti: game online, serta bagaimanakah peran pemerintah dan
masyarakat, dalam melstarikan permainan tradisional dan memudarnya permainan
tradisonal di era globalisasi saat ini.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Permainan Tradisional
Permaianan
Tradisional, merupakan permainan atau aktivitas yang berkaitan dengan kebugaran
jasmani dalam diri seseorang dan telah memiliki tradisi yang suah berkembang
selama beberapa generasi dan berupa tradisi budaya suatu bangsa, yang dibentuk
oleh masyarakat didalamnya, karena beberapa faktor berupa nilai kearifan lokal
budaya daerah tersebut. Permainan itu
sendiri dibagi menjadi dua yaitu: permainan untuk bermain (play) dan permaianan
untuk bertanding (games). Permainan untuk bermain dilakukan guna mengisi waktu
luang dan bersifat hiburan pada umumnya dilakukan oleh anak-anak. Sedangkan
permainan untuk bertanding menjadi empat jenis yaitu :
1. Permainan yang memerlukan kekuatan / keterampilan
fisik (contoh: Enggrang, Dayung, Panah, dan pencak silat)
2. Permainan yang memerlukan suatu siasat (contoh:
dakon, dam-daman)
3. Permaianan yang memerlukan kekuatan fisik dan
siasat (contoh: sepak takraw. Gobak sodor, dan kasti)
4. Permainan yang bersifat untung-untungan (contoh:
karapan sapi)
Ini merupakan sebagian
kecil dari permainana tradisional yang beragam dan berbeda antara satu daerah
dengan yang lainnya.
Nilai terkandung dalam
permainan tradisional
Dalam setiap kegiatan
pasti memiliki, kandungan nilai-nilai didalamnya, termasuk dalam permainan
tradisional, adalah sebuah bentuk penghargaan
pada usaha keras untuk mencapai prestasi yang unggul, penghargaan, pada
prestasi orang lain serta nilai-nilai religiunitas.
Permainan edukatif adalah
suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, dapat mendidik dan bermanfaat untuk meningkatkan
permainan kemampuan berbahasa, berpikir, serta bergaul anak dengan lingkungan.
Permainan edukatif juga dapat berarti sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan
untuk memperoleh kesenangan atau kepuasaan dari cara atau alat pendidikan yang
digunakan dalam kegiatan bermain, yang disadari atau tidak memiliki muatan
pendidikan yang dapat bermanfaat dalam mengembangkan diri secara seutuhnya.
Ringkasnya, permainan edukatif merupakan sebuah bentuk kegiatan mendidik yang
dilakukan dengan menggunakan cara atau alat permainan yang bersifat mendidik.
2.2 Permainan Tradisional yang
edukatif
Dapat
dikatakan bahwa permainan tradisional yang dimiliki masyarakat indonesia secara
kearifan lokal masing-masing daerah di indonesia yang beraneka-ragam permainan
tradisional didalamnya, setiap permainan tentunya memiliki niali edukasi
didalmnya. Kita sadari atau tidak nilai edukasi yang tersimpan didalamnya,
adalah nilai yang timbul dalam masyrakat itu sendiri. Nilai edukasi itu sendiri
terbentuk , karena masyarakat indonesia cenderung menjunjung tinggi nilai
kebersamaan dan memupuk semangat kerjasama membentuk karakter masyarakat
indonesia yang ramah dan terkenal tinggoi akan kemauan dan kerja kerasnya untuk
menggapai harapan dan cita-cita bangsa indonesia, melalui permainan/olahraga
tradisionalnya.
Dari penelitian yang dilakukan para ilmuan,
diperoleh bahwa bermain mempunyai manfaat yang besar bagi perkembangan anak
dalam hidupnya. Tujuan Permaian Edukatif sebenaanya untuk mengembangkan konsep
diri (self concept), untuk
mengembangkan kreativitas, untuk mengembangkan kopmunikasi, untuk mengembangkan
aspek fisik dan motorik, mengemabngkan aspek sosial, mengembangkan aspek emosi
atau kepribadian, mengembangkan aspek kognitif, mengasah ketajaman pengindraan,
mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.
Manfaat permainan
edukatif
Permainan edukatif itu
dapat berfungsi sebagai berikut:
1. Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui
proses pembelajaran sambil belajar
2. Merangsang pengembangan daya pikir, daya cipta,
dan bahasa, agar dapat menumbuhkan sikap, mental serta akhlak yang baik.
3. Menciptakan lingkungan bermain yang menarik,
memberikan rasa aman dan menyenagnkan.
4. Meningkatkan kualitas pembelajran anak-anak
2.3 Peran Penting Permainan
Tradisional
Didalam
masyarakat peran penting dalam permainan tradisional, perlu kita kembangkan
demi ketahanan budaya bangsa, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan
nilai-nilai luhur bagi bangsa indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara
kehidupannya sejak dahulu. Bangsa indonesia merupakan bangsa yang besar dalam
keaneka ragaman kebudayaan didalamnya, termasuk permainan tradisional
didalamnya, keanekaragaman permainan tradisional adalah karena banyaknya daerah
di indonesia memiliki kearifan lokal kebudayaan masing-masing, sehingga
membentuk masyarakatn melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang berbeda satu
daerah dengan yang lainnya.
Permainan tradisonal memang sudah seharusnya mendapatkan
perhatian khusus dan mendapatkan prioritas yang utama untuk dilindungi, dibina,
dikembangkan, diberdayakan dan selanjutnya diwariskan. Hal seperti itu
diperlukan agar permaina tradisional dapat memiliki ketahanan dalam menghadapi
unsur budaya lain di luar kebudayaannya.
2.4 Macam-Macam Permainan
Tradisioanal
Dari beberapa daerah yang
ada di Indonesia, Indonesia memiliki beraneka ragam permainan tradisional yang
sangat edukatif. Macam-macam permaian edukatif
1. Egrang
2. Gebug Bantal
3. Terompah Panjang
4. Lari Balok
5. Tarik Tambang
6. Hadang
7. Patok Lele
8. Benteng
9. Dagongan
10. Sumpitan
11. Gangsing
Salah
satu permainan tradisional yang edukatif (mengandung makna dan memberikan nilai
kemanfaatan yang terkandung didalamnya untuk edukasi (pendidikan) yang memiliki
nilai mendidik anak bangsa ) akan kita bahas dalam penulisan ini.
Permainan BENTENG dan
TARIK TAMBANG adalah satu permainan tradisional yang sering kita lakukan bagi
kalangan remajad dan usia anak-anak tetapi sesuai perkembangan kemajuan zaman
dan teknologi permainan tradisional ini sedikit memudar dari masyarakat
indonesia sendiri.
Pada
Permainan Benteng, memiliki tujuan memupuk kebugaran jasmani, dan meningkatkan
semangat kerjasama antar pemain didalamnya, dan membentuk rasa kebersamaan yang
kuat anata pemain yang satu dengan pemain lainnya. Permainan ini dimainkan oleh
remaja dan anak-anak dalam permainan ini apabila pemain melanggar permainan
maka mendapatkan sanksi atau hukuman , hukuman dan sanksi yang diberikan kepada
pemain apabila: (1) menyentuh pemain lawan dengan tangan, (2) mendorong lawan
dengan sengaja atau menggaet kaki lawan, dan menyerang wasit atau membuat
keributan. Makna dari diberikannya sanksi dalam permainan ini adalah, agar
pemain menerapkan sikap spotifitas atau menjungnjung tinggi nilai kejujuran
didalamnya agar nilai kebersamaan permainan itu sendiri tidak diciderai oleh
perilaku kecurangan antar pemain didalamnya. Sedangkan,
Pada
Permainan Tarik Tambang yang merupakan permainan rakyat yang sampai sekarang
masih banyak dimainkan oleh masyarakat selain permainan panjat pinang, adalah
permainan harus beregu putra maupun putri, menggunakan seutas tali tambang yang
memiliki panjang 40-60 meter. Tujuan permainan ini memupuk semangat kerjasama
dan bersosialisasi antar pemain didalamnya, ini mengajak kita untuk saling
berinteraksi antar pemain didalamnya, selain memberikan kemanfaatan kualitas
kebugaran jasmani, meningkatkan semangat kerja sama didalamnya. Sekarang
permainan tersebut hanya dapat kita jumpai pada hariphari besar seperti hari
kemerdekaan NKRI saja.
2.5 Permainan Tradisional Dalam Perkembangan
IT
Perkembangan kemajuan teknologi ,informasi dan komunikasi
saat ini, membuat perubahan sosial dalam masyrakat seurudh dunia. Masyarakat
Indonesia termasuk yang mendapatkan dampak seperti ini juga, Memudarnya
permainan Tradisional di era globalisasi termasuk perubahan sosial yang terjadi
akibat dari kurangnya kesadaran masayarakat lokal melestarikan dan
memberdayakan permainan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ini terjadi
contohnya, pada semakin berkembangnya games
online lebih diminati dan disukai anak-anak zaman sekarang ketimbang
permainan tradisional atau anak-anak yang zaman dahulu sering kita mainkan.
Menurut William F.
Ogburn Seorang sosiologi Amerika, merupakan ilmuan pertama yang melakukan
penelitian terinci menyangkut proses perubahan sosial. William F. Ogburn juga
menyatakan bahwa perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material
maupun non material. Ogburn berpendapat bahwa budaya material berubah lebih
cepat dibandingkan dengan budaya non material yang dapat menyebabkan terjadinya
cultural lag. Sedangkan Globalisasi adalah
suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling
berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang
melintasi batas Negara . Dalam
perkembangan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi keterkaitan antara
perubahan sosial dan globalisasi adalah terhadap perubahan dalam budaya
masyakarat lokal yang cenderung dinamis terhadap kemajuan zaman, dan menerima
masuknya kemajuan teknologi dengan mudah dalam masyarakat.
Dalam suatu Masyarakat yang menerima perubahan sosial
cenderung akan memiliki dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat yang menerima
perubahan sosial itu sendiri. Terlebih
dalam Perkembangan Teknologi Informasi sudah yang sedemikian pesatnya sangat
sulit bagi kita untuk mengontrolnya. Hampir setiap detik produk Teknologi
Informasi tercipta di seluruh belahan dunia. Kita patut mengapresiasi
perkembangan Teknologi Informasi ini karena tentunya akan semakin membantu
kehidupan manusia. Dampak positif dan negatif pemanfaatan IT sudah pasti ada
dan sudah sewajarnya kita mewaspadai hal ini.
Berikut ini beberapa hal yang menjadi dampak positif perkembangan Teknologi Informasi.
Berikut ini beberapa hal yang menjadi dampak positif perkembangan Teknologi Informasi.
1.
Mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan.
2.
Mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi.
3.
Mempermudah transaksi perusahaan atau perseorangan untuk kepentingan
bisnis.
4.
Mempermudah penyelesaian tugas-tugas atau pekerjaan.
5.
Mempermudah proses komunikasi tidak terhalang waktu dan tempat.
Sementara itu dampak negatif perkembangan Teknologi Informasi antara lain,
1.
Isu SARA, kekerasan dan
pornografi menjadi hal yang biasa.
2.
Kemudahan transaksi memicu
munculnya bisnis-bisnis terlarang seperti narkoba dan produk black market atau
ilegal.
3.
Para penipu dan penjahat bermunculan
terutama dalam kasus transaksi online.
4.
Munculnya budaya plagiarisme atau
penjiplakan hasil karya orang lain.
2.6 Analisis Memudarnya Permainan
Tradisional
Dari uraian penjelasan
diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa keberagaman permainan tradisional yang
dimiliki masyarakat indonesia, merupakan aset kebudayaan bangsa kita yang
seharusnya kita jaga dan lestarikan agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman
dengan pesatnya kemajuan dunia IT di era global. Permainan Tradisional sudah
seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sebagai penyelenggara
negara, dan masyrakat sebagai pembentuk kebudayaan itu sendiri, perlu adanya
pemberdayaan permainan tradisional yang pernah ada di indonesia, caranya dengan
mengajak tokoh masyarakat yang mengenal permainan tersebut untuk terus
memberika pengetahuan dan memainkan permainan tersebut dalam kehidupan
sehari-hari.
Tujuan permainan tradisional yang memiliki nilai
kebersamaan dan memupuk semangat nasionalisme bangsa merupakan nilai yang
seharusnya tidak boleh dihilangkan dalam masyarakat indonesia. Perubahan sosial
yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non material akan
berpendapat budaya material berubah lebih cepat dibandingkan dengan budaya non
material , permainan tradisional salah satu didalamnya yang ikut terkena dampak
perubahan sosial oleh arus globalisasi.
Perkembangan IT sudah
sepatutnya kita apreasiasi akan tetapi perkembangan IT jangan sampai
menghilangkan kebudayaan lokal masyarakat itu sendiri, terlebih dalam dunia
olahraga seperti permainan tradisional, berkembang pesatnya games online dalam segi pemainan modern
bagi remaja dan anak-anak tentu memiliki beberapa dampak yang dirasakan
,diantaranya: menurut Margaretha Soleman, M.Si, Psi menuliskan dampak buruk
secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online dan
cara-cara penyembuhannya.Berikut dampak
games online Secara Sosial:
1.
Hubungan dengan teman, keluarga
jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
2.
Pergaulan kita hanya di game on
line saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari
teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata.
3.
Ketrampilan sosial berkurang,
sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain.
4.
Perilaku jadi kasar dan agresif
karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.
Lebih banyak lagi dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan IT bagi
anak-anak dan remaja adalah akibat tidak dapat dibendungnya kemajuan IT didunia
tidak seimbang dengan kesiapan masyrakat menerimanya, sehingga terkadang
nilai-nilai lokal masyrakat memudar atau ditinggalkan karena dianggap kurang
menarik lagi, dan hanya mengahbiskan waktu saja. Pada permainan tradisional
yang cenderung menggunakan waktu dan fisik memang terlihat membosankan, karena
apabila ada yg lebih praktis atau mudah sebagai hiburan, bahasa kasarnya
mengapa kita harus mempersulit dengan adanya kemajuan IT .
Pemikiran seperti itu seharusnya jangan sampai terfikirkan, oleh kita.
Sejatinya permainan tradisional membentuk semangat kerjasama dan sikap saling
komunikasi antar pemain didalamnya sehingga dapat melatih kita berinteraksi
sosial, apabila nilai dasar seperti ini dihilangkan maka kita akan menjadi
masyrakat yang tidak mampu memelihara kearifan lokal masyrakatnya sendiri,
terutama menjaga nilai-nilai edukasi kelestarian permainan tradisional itu
sendiri .
BAB III
KESIMPULAN DAN
SARAN
3.1 Kesimpulan
Dalam
menerima sikap perubahan sosial didalam masyrakat kita memang harus bersifat
terbuka dan dinamis terhadapa perkembangan zaman, perkembangan dunia IT. Ada
sebuah garis-garis yang harus memisahkan kebudayaan asli dengan masuknya kebudayaan
luar dalam era global saat ini. Perubahan sosial akan terjadi apabila
masyarakat menerima masuknya perubahan itu sendiri, maka dari itu kita perlu
yang namanya kesadaran sejak dini untuk menjaga dan melstarikan kebudayaan
lokal masyarakat kita sendiri, kalau bukan kita yang menjaga kebudayaan
tersebut, siapa lagi dan tidak akan menutup kemungkinan memudarnya permainan
tradisional, sebagai salah satu contoh penulisan diatas, dapat terjadi bila
kita sendiri tidak memelihara kebudayaan kita sendiri.
3.2 Saran
Penulis
memerima saran berupa kritikan atau masukan ,agar pembuatan penulisan
selanjutnya dapat lebih baik lagi dan mampu memberikan kebermanfaatan bagi
pembacanya.
DAFTAR PUSTAKA
Amin, Muh. “Peranan Kreativitas dalam Pendidikan.
“Jakarta: Majalah Analisis Depdikbud
Pusat: 1980.
Astrid S. Susanto Sunarjo (1993). Globalisasi dan
komunikasi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Depdiknas. Olahraga Tradisional. Jakarta:2002.
Dharmamulya, Sukirman. Pelestarian Permainan
Anak-Anak Tradisional perlu diupayakan. Yogyakarta: YIPKP Lembaga Javanologi:
1996
Dinata. Marta,dkk. Permainan kecil dan Permainan Tradisional. Bandar Lampung: Penerbit
Cerdas Jaya, 2003.
Ismail. Andang. Education Games. Yogyakarta:
Perpustakaan Naional RI:2009.
Pelly dan Menanti, Teori Sosial Budaya. Jakarta:
Dikti, 1994.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar.
Jakarta: Rajawali: 1982
Stompka, Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta:
Prenada Media: 2004.
Sumitro.
Permainan Kecil. Jakarta: 1992
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
nama :
alamat email :