Minggu, 09 Februari 2014

Memudarnya PERMAINAN TRADISIONAL AKIBAT PERKEMBANGAN IT : games online



Memudarnya PERMAINAN TRADISIONAL AKIBAT PERKEMBANGAN it : games online
logoUNJ





Tri Satria                            (4915122548)
Di ajukan Sebagai Tugas Individu dan Kelompok
Mata Kuliah Teori Sosial Budaya
Drs. Budiaman, M.Si

PENDIDIKAN IPS A 2012
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA


KATA PENGANTAR
          Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala karunia serta limpahan rahmatnnya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan observasi ini dengan tepat waktu dalam bentuk maupun isinnya yang sederhana.
            Kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu kami masih membutuhkan kritik serta saran dari bapak Drs. Budiaman selaku dosen serta semua pihak yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini.
            Akhir kata kami sebagai penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang berperan serta dalam penyusunan makalah individu, serta referensi dari buku-buku perpustakaan dari awal hingga akhir penulisan makalah ini, semoga makalah ini dapat bermanfaat sebagai acuan, pedoman maupun petunjuk bagi pembaca. Semoga Allah swt selalu senantiasa meridhoi segala usaha dan kerja keras kita. Amin


Jakarta, 25 Desember 2013
Penulis



DAFTAR ISI
Kata Pengantar.......................................................................................................i
Daftar Isi.................................................................................................................ii
BAB I             PENDAHULUAN............................................................................1
BAB II            PEMBAHASAN..............................................................................3
BAB III           KESIMPULAN DAN SARAN......................................................11

DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................12


BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang Penulisan
Permainan rakyat atau olahraga tradisional sebagai aset budaya bangsa perlu dilestarikan, digali dan ditumbuh kembangkan, karena selain merupakan permainan tradisional suatu tempat atau daerah-daerah diindonesia, permainan tradisional dapat mengisi waktu luang serta sangat bermanfaat bagi pelaku olahraga itu sendiri karena dapat meningkatnkan kualitas jasmani dan kesehatan bagi pelakunya.
            Berbagai jenis olharaga tradisional banyak kita miliki yang merupakan keanekaragaman budaya bangsa dan berasal dari berbagai derah yang ada di indonesia. Hal ini memerlukan pengelolaan da pembinaaan yang serius dan terus menerus supaya disamping menjadi olahraga juga dapat dikembangkan menjadi objek pariwisata daerah tersebut dan dapat meningkatkan devisa negara dan mengangkat nama bangsa di dunia.
            Di era global saat ini, memudarnya permainan atau olahraga tradisional tidak menjadi hal yang baru lagi. Masuknya kecanggihan teknologi membawa masyarakat tradisional bangsa indonesia, menjadi lebih praktis. Kini masyrakat mengaggap permainan atau olahraga tradisional, dapat digantikan dengan game online dan fitnes center.Pergantian permainan tradisional akibal globalisasi dikarenakan kurangnya kesadaran masyarakat indonesia terhadap pentingnya melestarikan permainan lokal atau olahraga tradisional dalam kehidupan sehari-hari.
            Agar keanekaragaman ini tetap menjadi Bhineka Tunggal Ika, maka perlu adanya  kordinasi dan sinkronisasi antara pemerintah pusat dan daerah-daerah pemilik olahraga tradisinal tersebut, serta pemerintah sebagai penyelanggara Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), pemerintah pusat didalamnya juga harus bertindak memfasilitasi kegiatan lomba permainan atau olahraga tradisional dan melakukan standarisasi teknik permainan atau olahraga tradisional yang berkembang dimasyrakat, agar kedepannya permainan  tradisional dapat berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional dalam ajang kompetisi didalamnya. Permainan tradisional diharapkan mampu bersaing tanpa harus kehilangan perannya di masyarakat  terlebih dengan masuknya arus globalisasi dan perkembangan kemajuan teknologi, permainan tradisional digantikan oleh game online atau fitness center dan berbau kemajuan teknologi seharusnya tanpa harus menghilangkan permainan tradisional pemerintah dapat menggabungkan kemajuan teknologi dengan permainan lokal, seperti membuat permainan tradisional didalam handphone atau gadget atau mengadakan kompetisi permainan tradisional se-tingkat nasional dapat kita lakukukan sehingga tidak ada yang kehilangan perannya di masyrakat melainkan nanti permainan tradisional dan perkembangan kemajuan teknologi dapat berjalan beriringan membangun semangat sportifitas dalam masyarakat.
1.2  Rumusan Masalah Penulisan
Dari pendahuluan diatas dapat kita rumuskan sebuah masalah dalam penulisan makalh ini seperti,
1)      Apa sajakah jenis permainan tradisional yang ada di indonesia ?
2)      Dari Manakah Permainan Tradisional tersebut sudah ada ?
3)      Siapa yang memainkan permainan tradisional tersebut ?
4)      Mengapa permainan tradisional tersebut semakin memudar didalam masyrakat ?
5)      Dimanakah peran pemerintah dan masyrakat dalam melastarikan permainan tradisional di era global?
1.3  Tujuan Penulisan
Dalam rumusan masalah, maka dapat kita simpulkan tujuan penulisan makalah ini untuk mengetahui seberapa tahukah kita mengenai permainan tradisional yang biasnya berbentuk olahraga dalam masyarakat, permainan tradisional dimasa dahulu dan sekarang, mengapa permaian tradisional sekarang kurang banyak diminati, karena perkembangan kemajuan teknologi saat ini sehingga kita lebih menyukai permainan modern, seperti: game online, serta bagaimanakah peran pemerintah dan masyarakat, dalam melstarikan permainan tradisional dan memudarnya permainan tradisonal di era globalisasi saat ini.


BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Permainan Tradisional
Permaianan Tradisional, merupakan permainan atau aktivitas yang berkaitan dengan kebugaran jasmani dalam diri seseorang dan telah memiliki tradisi yang suah berkembang selama beberapa generasi dan berupa tradisi budaya suatu bangsa, yang dibentuk oleh masyarakat didalamnya, karena beberapa faktor berupa nilai kearifan lokal budaya daerah tersebut.  Permainan itu sendiri dibagi menjadi dua yaitu: permainan untuk bermain (play) dan permaianan untuk bertanding (games). Permainan untuk bermain dilakukan guna mengisi waktu luang dan bersifat hiburan pada umumnya dilakukan oleh anak-anak. Sedangkan permainan untuk bertanding menjadi empat jenis yaitu :
1.      Permainan yang memerlukan kekuatan / keterampilan fisik (contoh: Enggrang, Dayung, Panah, dan pencak silat)
2.      Permainan yang memerlukan suatu siasat (contoh: dakon, dam-daman)
3.      Permaianan yang memerlukan kekuatan fisik dan siasat (contoh: sepak takraw. Gobak sodor, dan kasti)
4.      Permainan yang bersifat untung-untungan (contoh: karapan sapi)
Ini merupakan sebagian kecil dari permainana tradisional yang beragam dan berbeda antara satu daerah dengan yang lainnya.
Nilai terkandung dalam permainan tradisional
Dalam setiap kegiatan pasti memiliki, kandungan nilai-nilai didalamnya, termasuk dalam permainan tradisional, adalah sebuah bentuk penghargaan  pada usaha keras untuk mencapai prestasi yang unggul, penghargaan, pada prestasi orang lain serta nilai-nilai religiunitas.
Permainan edukatif adalah suatu kegiatan yang sangat menyenangkan, dapat mendidik dan bermanfaat untuk meningkatkan permainan kemampuan berbahasa, berpikir, serta bergaul anak dengan lingkungan. Permainan edukatif juga dapat berarti sebuah bentuk kegiatan yang dilakukan untuk memperoleh kesenangan atau kepuasaan dari cara atau alat pendidikan yang digunakan dalam kegiatan bermain, yang disadari atau tidak memiliki muatan pendidikan yang dapat bermanfaat dalam mengembangkan diri secara seutuhnya. Ringkasnya, permainan edukatif merupakan sebuah bentuk kegiatan mendidik yang dilakukan dengan menggunakan cara atau alat permainan yang bersifat mendidik.
2.2 Permainan Tradisional yang edukatif
Dapat dikatakan bahwa permainan tradisional yang dimiliki masyarakat indonesia secara kearifan lokal masing-masing daerah di indonesia yang beraneka-ragam permainan tradisional didalamnya, setiap permainan tentunya memiliki niali edukasi didalmnya. Kita sadari atau tidak nilai edukasi yang tersimpan didalamnya, adalah nilai yang timbul dalam masyrakat itu sendiri. Nilai edukasi itu sendiri terbentuk , karena masyarakat indonesia cenderung menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan memupuk semangat kerjasama membentuk karakter masyarakat indonesia yang ramah dan terkenal tinggoi akan kemauan dan kerja kerasnya untuk menggapai harapan dan cita-cita bangsa indonesia, melalui permainan/olahraga tradisionalnya.
 Dari penelitian yang dilakukan para ilmuan, diperoleh bahwa bermain mempunyai manfaat yang besar bagi perkembangan anak dalam hidupnya. Tujuan Permaian Edukatif sebenaanya untuk mengembangkan konsep diri (self concept), untuk mengembangkan kreativitas, untuk mengembangkan kopmunikasi, untuk mengembangkan aspek fisik dan motorik, mengemabngkan aspek sosial, mengembangkan aspek emosi atau kepribadian, mengembangkan aspek kognitif, mengasah ketajaman pengindraan, mengembangkan keterampilan olahraga dan menari.
Manfaat permainan edukatif
Permainan edukatif itu dapat berfungsi sebagai berikut:
1.      Memberikan ilmu pengetahuan kepada anak melalui proses pembelajaran sambil belajar
2.      Merangsang pengembangan daya pikir, daya cipta, dan bahasa, agar dapat menumbuhkan sikap, mental serta akhlak yang baik.
3.      Menciptakan lingkungan bermain yang menarik, memberikan rasa aman dan menyenagnkan.
4.      Meningkatkan kualitas pembelajran anak-anak

2.3 Peran Penting Permainan Tradisional
Didalam masyarakat peran penting dalam permainan tradisional, perlu kita kembangkan demi ketahanan budaya bangsa, karena kita menyadari bahwa kebudayaan merupakan nilai-nilai luhur bagi bangsa indonesia, untuk diketahui dan dihayati tata cara kehidupannya sejak dahulu. Bangsa indonesia merupakan bangsa yang besar dalam keaneka ragaman kebudayaan didalamnya, termasuk permainan tradisional didalamnya, keanekaragaman permainan tradisional adalah karena banyaknya daerah di indonesia memiliki kearifan lokal kebudayaan masing-masing, sehingga membentuk masyarakatn melakukan aktivitas kebugaran jasmani yang berbeda satu daerah dengan yang lainnya.
            Permainan tradisonal memang sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dan mendapatkan prioritas yang utama untuk dilindungi, dibina, dikembangkan, diberdayakan dan selanjutnya diwariskan. Hal seperti itu diperlukan agar permaina tradisional dapat memiliki ketahanan dalam menghadapi unsur budaya lain di luar kebudayaannya.
2.4 Macam-Macam Permainan Tradisioanal
Dari beberapa daerah yang ada di Indonesia, Indonesia memiliki beraneka ragam permainan tradisional yang sangat edukatif. Macam-macam permaian edukatif
1.      Egrang
2.      Gebug Bantal
3.      Terompah Panjang
4.      Lari Balok
5.      Tarik Tambang
6.      Hadang
7.      Patok Lele
8.      Benteng
9.      Dagongan
10.  Sumpitan
11.  Gangsing
Salah satu permainan tradisional yang edukatif (mengandung makna dan memberikan nilai kemanfaatan yang terkandung didalamnya untuk edukasi (pendidikan) yang memiliki nilai mendidik anak bangsa ) akan kita bahas dalam penulisan ini.
Permainan BENTENG dan TARIK TAMBANG adalah satu permainan tradisional yang sering kita lakukan bagi kalangan remajad dan usia anak-anak tetapi sesuai perkembangan kemajuan zaman dan teknologi permainan tradisional ini sedikit memudar dari masyarakat indonesia sendiri.
Pada Permainan Benteng, memiliki tujuan memupuk kebugaran jasmani, dan meningkatkan semangat kerjasama antar pemain didalamnya, dan membentuk rasa kebersamaan yang kuat anata pemain yang satu dengan pemain lainnya. Permainan ini dimainkan oleh remaja dan anak-anak dalam permainan ini apabila pemain melanggar permainan maka mendapatkan sanksi atau hukuman , hukuman dan sanksi yang diberikan kepada pemain apabila: (1) menyentuh pemain lawan dengan tangan, (2) mendorong lawan dengan sengaja atau menggaet kaki lawan, dan menyerang wasit atau membuat keributan. Makna dari diberikannya sanksi dalam permainan ini adalah, agar pemain menerapkan sikap spotifitas atau menjungnjung tinggi nilai kejujuran didalamnya agar nilai kebersamaan permainan itu sendiri tidak diciderai oleh perilaku kecurangan antar pemain didalamnya. Sedangkan,
Pada Permainan Tarik Tambang yang merupakan permainan rakyat yang sampai sekarang masih banyak dimainkan oleh masyarakat selain permainan panjat pinang, adalah permainan harus beregu putra maupun putri, menggunakan seutas tali tambang yang memiliki panjang 40-60 meter. Tujuan permainan ini memupuk semangat kerjasama dan bersosialisasi antar pemain didalamnya, ini mengajak kita untuk saling berinteraksi antar pemain didalamnya, selain memberikan kemanfaatan kualitas kebugaran jasmani, meningkatkan semangat kerja sama didalamnya. Sekarang permainan tersebut hanya dapat kita jumpai pada hariphari besar seperti hari kemerdekaan NKRI saja.

2.5 Permainan Tradisional Dalam Perkembangan IT
            Perkembangan kemajuan teknologi ,informasi dan komunikasi saat ini, membuat perubahan sosial dalam masyrakat seurudh dunia. Masyarakat Indonesia termasuk yang mendapatkan dampak seperti ini juga, Memudarnya permainan Tradisional di era globalisasi termasuk perubahan sosial yang terjadi akibat dari kurangnya kesadaran masayarakat lokal melestarikan dan memberdayakan permainan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Ini terjadi contohnya, pada semakin berkembangnya games online lebih diminati dan disukai anak-anak zaman sekarang ketimbang permainan tradisional atau anak-anak yang zaman dahulu sering kita mainkan.
Menurut William F. Ogburn Seorang sosiologi Amerika, merupakan ilmuan pertama yang melakukan penelitian terinci menyangkut proses perubahan sosial. William F. Ogburn juga menyatakan bahwa perubahan sosial mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non material. Ogburn berpendapat bahwa budaya material berubah lebih cepat dibandingkan dengan budaya non material yang dapat menyebabkan terjadinya cultural lag. Sedangkan Globalisasi adalah suatu proses di mana antar individu, antar kelompok, dan antar negara saling berinteraksi, bergantung, terkait, dan memengaruhi satu sama lain yang melintasi batas Negara . Dalam perkembangan kemajuan teknologi, informasi dan komunikasi keterkaitan antara perubahan sosial dan globalisasi adalah terhadap perubahan dalam budaya masyakarat lokal yang cenderung dinamis terhadap kemajuan zaman, dan menerima masuknya kemajuan teknologi dengan mudah dalam masyarakat.
Dalam suatu Masyarakat yang menerima perubahan sosial cenderung akan memiliki dampak yang ditimbulkan bagi masyarakat yang menerima perubahan sosial itu sendiri. Terlebih dalam Perkembangan Teknologi Informasi sudah yang sedemikian pesatnya sangat sulit bagi kita untuk mengontrolnya. Hampir setiap detik produk Teknologi Informasi tercipta di seluruh belahan dunia. Kita patut mengapresiasi perkembangan Teknologi Informasi ini karena tentunya akan semakin membantu kehidupan manusia. Dampak positif dan negatif pemanfaatan IT sudah pasti ada dan sudah sewajarnya kita mewaspadai hal ini.
Berikut ini beberapa hal yang menjadi dampak positif perkembangan Teknologi Informasi.
1.              Mempermudah dan mempercepat akses informasi yang kita butuhkan.
2.              Mempermudah dan mempercepat penyampaian atau penyebaran informasi.
3.              Mempermudah transaksi perusahaan atau perseorangan untuk kepentingan bisnis.
4.              Mempermudah penyelesaian tugas-tugas atau pekerjaan.
5.              Mempermudah proses komunikasi tidak terhalang waktu dan tempat.
Sementara itu dampak negatif perkembangan Teknologi Informasi antara lain,
1.              Isu SARA, kekerasan dan pornografi menjadi hal yang biasa.
2.              Kemudahan transaksi memicu munculnya bisnis-bisnis terlarang seperti narkoba dan produk black market atau ilegal.
3.              Para penipu dan penjahat bermunculan terutama dalam kasus transaksi online.
4.              Munculnya budaya plagiarisme atau penjiplakan hasil karya orang lain.
2.6 Analisis Memudarnya Permainan Tradisional
Dari uraian penjelasan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa keberagaman permainan tradisional yang dimiliki masyarakat indonesia, merupakan aset kebudayaan bangsa kita yang seharusnya kita jaga dan lestarikan agar tidak hilang ditelan kemajuan zaman dengan pesatnya kemajuan dunia IT di era global. Permainan Tradisional sudah seharusnya mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah sebagai penyelenggara negara, dan masyrakat sebagai pembentuk kebudayaan itu sendiri, perlu adanya pemberdayaan permainan tradisional yang pernah ada di indonesia, caranya dengan mengajak tokoh masyarakat yang mengenal permainan tersebut untuk terus memberika pengetahuan dan memainkan permainan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
            Tujuan permainan tradisional yang memiliki nilai kebersamaan dan memupuk semangat nasionalisme bangsa merupakan nilai yang seharusnya tidak boleh dihilangkan dalam masyarakat indonesia. Perubahan sosial yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik material maupun non material akan berpendapat budaya material berubah lebih cepat dibandingkan dengan budaya non material , permainan tradisional salah satu didalamnya yang ikut terkena dampak perubahan sosial oleh arus globalisasi.
                        Perkembangan IT sudah sepatutnya kita apreasiasi akan tetapi perkembangan IT jangan sampai menghilangkan kebudayaan lokal masyarakat itu sendiri, terlebih dalam dunia olahraga seperti permainan tradisional, berkembang pesatnya games online dalam segi pemainan modern bagi remaja dan anak-anak tentu memiliki beberapa dampak yang dirasakan ,diantaranya: menurut Margaretha Soleman, M.Si, Psi menuliskan dampak buruk secara sosial, psikis, dan fisik dari kecanduan bermain game online dan cara-cara penyembuhannya.Berikut dampak games online Secara Sosial:
1.         Hubungan dengan teman, keluarga jadi renggang karena waktu bersama mereka menjadi jauh berkurang.
2.         Pergaulan kita hanya di game on line saja, sehingga membuat para pecandu game online jadi terisolir dari teman-teman dan lingkungan pergaulan nyata.
3.         Ketrampilan sosial berkurang, sehingga semakin merasa sulit berhubungan dengan orang lain.
4.         Perilaku jadi kasar dan agresif karena terpengaruh oleh apa yang kita lihat dan mainkan di game online.
Lebih banyak lagi dampak yang ditimbulkan terhadap perkembangan IT bagi anak-anak dan remaja adalah akibat tidak dapat dibendungnya kemajuan IT didunia tidak seimbang dengan kesiapan masyrakat menerimanya, sehingga terkadang nilai-nilai lokal masyrakat memudar atau ditinggalkan karena dianggap kurang menarik lagi, dan hanya mengahbiskan waktu saja. Pada permainan tradisional yang cenderung menggunakan waktu dan fisik memang terlihat membosankan, karena apabila ada yg lebih praktis atau mudah sebagai hiburan, bahasa kasarnya mengapa kita harus mempersulit dengan adanya kemajuan IT .
Pemikiran seperti itu seharusnya jangan sampai terfikirkan, oleh kita. Sejatinya permainan tradisional membentuk semangat kerjasama dan sikap saling komunikasi antar pemain didalamnya sehingga dapat melatih kita berinteraksi sosial, apabila nilai dasar seperti ini dihilangkan maka kita akan menjadi masyrakat yang tidak mampu memelihara kearifan lokal masyrakatnya sendiri, terutama menjaga nilai-nilai edukasi kelestarian permainan tradisional itu sendiri .
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

3.1 Kesimpulan
Dalam menerima sikap perubahan sosial didalam masyrakat kita memang harus bersifat terbuka dan dinamis terhadapa perkembangan zaman, perkembangan dunia IT. Ada sebuah garis-garis yang harus memisahkan kebudayaan asli dengan masuknya kebudayaan luar dalam era global saat ini. Perubahan sosial akan terjadi apabila masyarakat menerima masuknya perubahan itu sendiri, maka dari itu kita perlu yang namanya kesadaran sejak dini untuk menjaga dan melstarikan kebudayaan lokal masyarakat kita sendiri, kalau bukan kita yang menjaga kebudayaan tersebut, siapa lagi dan tidak akan menutup kemungkinan memudarnya permainan tradisional, sebagai salah satu contoh penulisan diatas, dapat terjadi bila kita sendiri tidak memelihara kebudayaan kita sendiri.

3.2 Saran
Penulis memerima saran berupa kritikan atau masukan ,agar pembuatan penulisan selanjutnya dapat lebih baik lagi dan mampu memberikan kebermanfaatan bagi pembacanya.










DAFTAR PUSTAKA
Amin, Muh. “Peranan Kreativitas dalam Pendidikan. “Jakarta: Majalah Analisis Depdikbud  Pusat: 1980.
Astrid S. Susanto Sunarjo (1993). Globalisasi dan komunikasi. Jakarta : Pustaka Sinar Harapan
Depdiknas. Olahraga Tradisional. Jakarta:2002.
Dharmamulya, Sukirman. Pelestarian Permainan Anak-Anak Tradisional perlu diupayakan. Yogyakarta: YIPKP Lembaga Javanologi: 1996
Dinata. Marta,dkk. Permainan kecil dan Permainan Tradisional. Bandar Lampung: Penerbit Cerdas Jaya, 2003.
Ismail. Andang. Education Games. Yogyakarta: Perpustakaan Naional RI:2009.
Pelly dan Menanti, Teori Sosial Budaya. Jakarta: Dikti, 1994.
Soekanto, Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali: 1982
Stompka, Sosiologi Perubahan Sosial. Jakarta: Prenada Media: 2004.
Sumitro. Permainan Kecil. Jakarta: 1992






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

nama :
alamat email :