Minggu, 09 Februari 2014

METODOLOGI PENELITIAN IPS TERPADU




“ Kecenderungan Siswa Menggemari Salah Satu Materi IPS Dikarenakan Latar Belakang Pendidikan Guru IPS“

Nama                             : Tri Satria
NIM                                : 4915122548
Kelas                             : Pendidikan IPS A 2012
Tugas Individu














 




Dosen Pengampu           : Dr. Nusa Putra, M.Pd
                                                : Dr. Eko Siswono, M.Si
Mata Kuliah                       : Metodologi Penelitian         
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN IPS
FAKULTAS ILMU SOSIAL
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
2014

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah

Pendidikan di Indonesia menyediakan berbagai macam jenis pendidikan ditiap tingkatan satuan didalam dunia pendidikan. Pendidikan pada siswa dimulai dengan nama pendidikan  usia dini, pendidikan  dasar, pendidikan  menengah , pendidikan atas hingga jenjang perguruan tinggi. .Pendidikan berperan penting dalam mengembangkan sumber daya manusia, supaya anak didik menjadi manusia yang seutuhnya serta berkualitas, profesional, terampil, kreatif dan inovatif maka manusia memerlukan sebuah pendidikan untuk mendapatkan pendidikan melalui sekolah. Menurut Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan bahwa: Pendidikan Nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencrdaskan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. berakhlak mulia, sehat, berilmu cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 22 tahun  2006, tentang Standar Isi satuan pendidikan dasar dan menengah yang memuat Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP), mencakup materi geografi, sejarah, sosiologi, dan ekonomi. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial sebagai bagian integral dari kurikulum pembelajaran yang disampaikan disekolah selayaknya disampaikan secara menarik dan penuh makna dengan memadukan seluruh komponen pembelajaran secara efektif, sehingga proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan tetap menarik bagi peserta didik.

Pendidikan IPS memiliki peranan penting dalam dunia kependidikan. Pendidikan yang menintegralkan keiilmuan sosial didalmnya menjadi sangat menarik untuk kita telaah lebih jauh lagi. Pendidikan IPS sangat menarik kita kaji, bukan karena kompleksifitas ilmu sosial didalamnya saja, tetapi Pendidikan IPS memiliki daya tarik dalam pembelajaran seorang guru IPS didalam kelasnya kareena seorang guru menyampaikan beberapa materi dengan mengkaitkan keilmuan IPS dalam kehidupan keseharian siswa secara kompleksitas. Oleh sebab itu seorang guru IPS harus mampu menyampaikan pesan berupa materi yang sangat banyak terdiri dari berbagai macam keilmuan sosial didalamnya kepada siswa untuk menerima materi yang disampaikan guru IPS tersebut. Didalam kelas tentu saja guru IPS wajib memiliki standar sebagai seorang guru yang mampu menguasai pesan yang berupa materi yang akan disampaikan dikelas ketimbang siswa itu sendiri. Guru IPS harus mampu membawa materi yang disampaikan secara interdisipliner ilmu sosial dan terintegrasi satu sama lain ilmu sosial didalamnya sehingga seorang Guru IPS tidak mengalami kesulitan dalam ]menyampaikan pesan dengan baik dan dapat diterima oleh siswa didalam kelas dengan cara guru IPS tersebut benar-benar harus menguasai bidang keilmuan IPS itu sendiri.

            Pendidikan IPS saat ini sudah menelurkan sarjana kependidikan IPS didalam dunia pendidikan indonesia dibeberapa perguruan tinggi . Pendidikan IPS saat ini ada dalam mata pelajaran siswa SMP disekolah secara terintegral dengan keilmuan IPS didalamnya. Dalam mata pelajaran IPS, lulusan Pendidikan IPS sudah memiliki seorang tenaga pendidik (Guru) yang handal dan sesuai dengan bidangnya dalam menyampaikan materi mata pelajaran IPS dikelas. Guru IPS sudah seharusnya memang lulusan tenaga kependidikan dari perguuran tinggi yang berlatar belakang Pendidiakn IPS . Mengapa demikian , agar Guru IPS saat mengajarkan mata pelajaran bidang studi IPS yang ada saat ini menguasai sekali apa yang akan guru IPS tersebut sampaikan kepada siswanya. Guru IPS sudah selayaknya memang memiliki latar yang seperti itu, bukan guru IPS yang mengajarkan mata pelajaran IPS tetapi mereka bukan lulusan sarjana kependidikan IPS. Ini sangat disayangkan sehingga menimbulkan guru IPS yang ada saat ini hanya menguasai mata pelajaran yang salah satunya saja guru IPS kuasai. Sudah selayaknya guru IPS dalam mengajarkan mata pelajaran IPS adalah
mereka yang rata-rata sebagaian besar berlatar belakang pendidikan interdisipliner IPS didalamnya, atau guru yang ,memang lulusan sarjana pendidikan IPS.
Secara utuh berarti seorang guru IPS apabila hanya berlatar belakang salah satu keilmuan studi IPS didalamnya. Seperti : Pendidikan sejarah, pendidikan ekonomi, pendidikan geografi, dan pendidikan sosiologi guru cenderung hanya menyampaikan materi pokok sesuai yang guru tersebut kuasai saja. Inilah yang menyebabkan Guru IPS yang ada disekolah pada saat ini merupakan contoh pendidikan guru IPS dalam metode lama dalam menyampaikan materi dan yang menyebabkan kecendrungan siswa hanya menggemari salah satu materi pokok pembelajaran IPS didalam kelas. Seperti : Guru IPS yang berlatar belakang lulusan sarjana pendidikan ekonomi dan dia berprofesi sebagai guru IPS, tentu saja pada saat penyampaian materi IPS didalamnya seorang guru IPS lebih cenderung dominan  menguasai  mata pelajaran IPS didalamnya selalu berhubungan dengan materi pokok ekonomi. Padahal dalam mata pelajaran IPS guru diharapkan mampu mengintegralkan seluruh keilmuan sosial didalamnya dengan kehidupann sehari-hari sehingga pada saat mata pelajaran IPS , guru IPS mampu menyampaikan materi IPS secara keseluruhan tanpa ada yang mestinya didominasi karena latar belakang seorang guru IPS dalam lulusan kependidikannya diperguruan tinggi bukan seorang guru IPS. Apabila metode pembelajaran guru IPS yang lebih dominasi hanya pada satu materi pokok keilmuan sosialnya saja, ini mampu menyebabkan siswa kecendrungan hanya menggemari mata pelajaran yang disampaikan seorang guru IPS dengan  kuang baik dan memahami benar tujuan pembelajaran tersebut. seharusnya siswa menggemari mata pelajaran IPS secara keseluruhan pada saat guru menyampaikan mata pelajaran IPS didalam kelas.

Cara mengajar guru berperan penting dalam menentukan proses pembelajaran (Degeng dalam Sugiyanto, 2010: 1). Pembelajaran di kelas yang selama ini lebih berpusat pada guru dan tidak memberikan kesempatan kepada para siswa untuk aktif dalam pembelajaran merupakan salah satu permasalahan dalam dunia pendidikan. Pembelajaran semacam ini mengakibatkan motivasi siswa untuk belajar di kelas rendah, karena guru hanya menggunakan metode ceramah. Terlebih setelah dijelaskan diatas, guru IPS yang menggunakan metode ceramah yang terlebih hanya menguasai salah satu materi IPS didalamnya menyebabkan bertambah buruknya kondisi kegiatan belajar dan pembelajaran IPS didalam kelas. Oleh sebab itu, Kegiatan belajar dan pembelajaran  yang seharusnya dipakai seorang guru IPS harus kita rubah seperti metode diskusi dan praktikum didalam kelas sehingga siswa dapat melaksanakan aktifitas dan dapat sebagai pasrtisipatoris didalam kegiatan pembelajaran IPS . Guru IPS  SEHrusnya sudah tidak lagi hanya sebagai “learning center” melainkan guru IPS harus mampu sebagai media untuk siswa dalam megimplementasikan keilmuan sosial didalamnya secara terintegrasi satu sama lainnya sebelum Guru IPS menyampaikan materi didalam kelas. Guru IPS juga harus mampu menguasai secara keseluruhan mata pelajaran IPS didalamnya, secara umum seorang guru IPS wajibnya adalah seorang  lulusan sarjana IPS dari perguruan tinggi dengan program studi pendidikan IPS. Sehingga guru IPS tidak hanya menguasai satu bidang keilmuan sosial saja serta seorang guru IPS harus mempelajari lebih keras materi pokok keilmuan sosial didalamnya sebelum seorang guru tersebut masuk kelas agar siswa juga dapat menggemari mata pelajaran IPS secara utuh dan keseluruhan tidak hanya pada satu bidang studi keilmuan saja. maka dari itu dengan dilaksanakan program studi pendidikan IPS didalam lingkup pendidikan di perguruan tinggi diharapkan dapat memenuhi kebutuhan tenaga pendidik atau guru IPS yang mampu menyampaikan pesan berupa materi IPS secara terintegrasi kepada siswa didalam kelas.

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan di atas terdapat masalah-masalah yang berkaitan dengan penelitian ini, masalah tersebut di identifikasikan sebagai berikut    :

1.      Pembelajaran IPS yang monoton hanya menggunakan ceramah, menyebabkan anak tidak antusias dan bosan dalam mengikuti pembelajaran IPS.
2.       Kecendrungan siswa menggemari satu kelimuan sosial dalam mata pelajaran IPS dikarenakan latar belakang guru IPS dalam perguruan tingginya
3.      Kecendrungan siswa menggemari satu kelimuan sosial selanjutnya dalam mata pelajaran IPS dikarenakan guru IPS pada saat menyampaikan materi IPS hanya menguasai satu keilmuan IPS didalamnya.
4.      Rendahnya motivasi siswa dalam proses pembelajaran IPS,dikarenakan keadaan pembelajaran di kelas kurang variatif sehingga siswa cenderung pasif.
C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, dan mengingat begitu luasnya permasalahan yang ada, maka peneliti membatasi pada kecendrungan siswa menggemari salah satu materi keilmuan IPS dikarenakan pada saat penyampaian guru IPS didalam kelas yang cendrung dominasi menyampaiakan materi yang guru tersebuat kuasai saja dan oleh faktor lain lulusan guru IPS selama ini sehingga guru IPS tidak dapat menyampaikan materi IPS secara tematik terintegrasi dan siswa kecendrungan menyukai satu keilmuan IPS.

D.Rumusan Masalah :

1.       Apa yang menyebabkan kecendrungan siswa menggemari satu pelajaran saja dalam bidang studi IPS ?
2.      Apa yang melatarbelakangi guru menyampaikan materi hanya sesuai dengan latar belakang pendidikan nya ?
3.      Siapakah yang berperan dalam menyampaikan materi pokok IPS secara terintegrasi ?
4.      Dimanakah peranan  siswa pada saat guru hanya menyampaikan materi pokok yang digemari guru tersebut pada saat kegiatan pembelajaran dikelas ?
9.      Bagaimanakah evaluasi dalam pembelajaran IPS dilingkup sekolah ?
10.  Apa yang mesti kita lakukan perbaikan dalam  mengahadapi masalah seperti ini ?

E. Tujuan penelitian

Dari penelitian yang dilakukan ini ialah untuk mengetahui,  serta melengkapi rumusan masalah yang sudah dibuat seperti di atas yakni :

1.      Untuk mengetahui materi dalam pelajaran apa yang digemari siswa dalam mata pelajaran IPS
2.      Untuk mengetahui kesulitan apa guru IPS hanya menguasai materi tertentu dalam mata pelajaran IPS
3.      Untuk mengetahui pengaruh tingkat kegemaran siswa pada salah satu materi IPS cenderung dominan siswa sukai terhadap hasil belajar siswa ?


DAFTAR PUSTAKA

Khoiru Ahmadi, Iif dan sofan amri. 2011. Mengembangkan Pembelajaran IPSTerpadu. Jakarta: PT Prestasi Pustaka
Sapriya. Sdjaruddin dan Susilawati (2007). Konsep Dasar IPS. Bandung: Lab PKN UPI
Arsyad, Azhar. 2011. Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Press

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

nama :
alamat email :